Kinerja kegiatan usaha membaik pada kuartal IV-2020 meski masih terkontraksi


ILUSTRASI. A man walks past Bank Indonesia headquarters in Jakarta, Indonesia, September 2, 2020. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

ANTARAJATIM – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melihat perbaikan kinerja kegiatan usaha pada kuartal IV-2020, meski bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, ini masih berada dalam fase kontraksi. 

Hal ini tercermin dalam Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha kuartal IV-2020 tercatat minus 3,90% atau membaik dari SBT di kuartal III-2020 yang minus 5,97%. 

“Beberapa faktor yang mendorong perbaikan kegiatan usaha antara lain permintaan yang meningkat saat Natal dan Tahun Baru, ketersediaan bahan baku, dan sarana produksi serta peningkatan jumlah pelanggan baru di subsektor listrik,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam laporannya, Rabu (13/1). 

Perbaikan kegiatan usaha didorong oleh kinerja sejumlah sektor yang tumbuh positif, seperti pengangkutan dan komunikasi; keuangan, real estate dan jasa perusahaan, listrik, gas, dan air bersih; serta jasa-jasa.

Baca Juga: Ada Program Vaksinasi, Industri Manufaktur Siap Berakselerasi

Secara terperinci, sektor pengangkutan dan komunikasi mencatat SBT yang sudah positif, yaitu sebesar 0,76%. Pun dengan sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan mencatat SBT positif 0,79%. 

Sektor listrik, gas, dan air bersih juga mencatat SBT positif sebesar 0,19% dan sektor jasa-jasa menorehkan SBT sebesar 0,12%. 

Sementara itu, sejumlah sektor lainnya juga mengalami perbaikan SBT meski masih berada dalam fase kontraksi. Seperti sektor Industri Pengolahan yang mencatat SBT minus 0,47% dan kontruksi dengan SBT minus 0,23%. 

Ke depan, responden memperkirakan kegiatan usaha sudah bisa mencatat kinerja yang positif. 

Pada kuartal I-2021, SBT diperkirakan akan meroket ke 7,68%.

Dari sisi sektoral, responden berharap seluruh sektor akan mencatat kinerja yang positif, terutama sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan yang diperkirakan akan mencatat SBT sebesar 1,63%. 

Kemudian, sektro pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan juga digadang bisa mencatat SBT positif 1,44%.

“sejalan dengan musim panen tanaman bahan makanan di beberapa sentra pangan nasional, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Utara,” tandas Erwin. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.