ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah memberikan pidato di televisi setelah ledakan di daerah Pelabuhan Beirut, Lebanon, 7 Agustus 2020

Sumber: Jerusalem Post | Editor: S.S. Kurniawan

ANTARAJATIM.NET – TEL AVIV. Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menekankan, Hizbullah “tetap dalam posisi pertahanan” tetapi akan membuat Israel “melihat bintang” jika menyerang mereka. 

“Hizbullah dengan jelas menyatakan, tidak berniat memulai perang,” kata Qassem dalam sebuah wawancara dengan Al-Mayadeen, Rabu (3/3), seperti dikutip The Jerusalem Post.

“Israel harus memahami, arena tidak terbuka untuk itu (perang), dan hari ini pertempuran akan dilakukan di dalam entitas Israel,” ujar dia.

Merujuk pada serangan udara Israel di Damaskus pada Juli tahun lalu, Qassem memperingatkan, “Ketika mereka menyerang saudara kami di Suriah, kami memutuskan akan merespon serangan ini, dan itu masih di tempatnya”.

Baca Juga: Akibat tumpahan minyak di laut, Israel sebut Iran lakukan terorisme lingkungan

Dalam kunjungan ke Divisi 91 Angkatan Bersenjata Israel (IDF) di Israel Utara minggu lalu, Menteri Pertahanan Benny Gantz juga memperingatkan, “Jika ancaman Nasrallah dan Hizbullah menjadi tindakan, hasilnya akan menyakitkan bagi Hizbullah dan para pemimpinnya”. 

“Dan sayangnya, bagi rakyat Lebanon yang digunakan sebagai perisai manusia oleh Nasrallah, yang menyembunyikan senjata dan rudal di bawah rumah mereka,” imbuh dia.

Perbatasan Utara Israel dalam kondisi tegang sejak serangan udara Israel di Damaskus yang menewaskan pejuang Hizbullah, di tengah ancaman lanjutan oleh Hizbullah untuk melakukan serangan balas dendam.

 






Source link