ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Polisi menembakkan meriam air ke arah pengunjuk rasa, yang melakukan demonstrasi menentang kudeta militer dan menuntut pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, di Naypyitaw, Myanmar, Selasa (9/2/2021). REUTERS/Stringer

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

ANTARAJATIM.NET – SINGAPURA. Pemerintah Singapura, Kamis (4/3), meminta warga negaranya yang ada di Myanmar untuk mempertimbangkan keluar dari negara itu selagi masih memungkinkan.

Permintaan Pemerintah Singapura itu menyusul bentrokan yang meningkat pesat antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan Myanmar dan jumlah korban sipil yang melonjak. 

Mengutip Channel News Asia, Kementerian Luar Negeri Singapura juga sangat menyarankan warga negeri Merlion untuk menunda semua perjalanan ke Myanmar.

“Warga Singapura yang saat ini berada di Myanmar juga harus mempertimbangkan untuk pergi sesegera mungkin dengan cara komersial sementara masih memungkinkan untuk melakukannya,” kata Kementerian Luar Negeri Singapura.

Baca Juga: Sedikitnya 54 orang tewas, PBB: Militer Myanmar harus berhenti membunuh pendemo

“Warga Singapura yang memilih untuk tetap tinggal di Myanmar sangat disarankan untuk tetap berada di dalam rumah, sejauh mungkin dan menghindari perjalanan yang tidak perlu, khususnya ke daerah di mana protes sedang terjadi,” ujar mereka. 

“Warga Singapura diingatkan untuk tetap waspada dan memantau berita lokal dengan cermat,” tambah Kementerian Luar Negeri Singapura.

Kementerian Luar Negeri Singapura menambahkan, warga Singapura di Myanmar diminta untuk melakukan eRegister di situs web Kementerian Luar Negeri Singapura, sehingga mereka dapat dihubungi jika diperlukan.

 






Source link