ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Bursa Asia merosot di awal perdagangan terakhir pekan ini. Jumat (5/3) pukul 8.19 WIB, indeks Nikkei 225 turun 1,51%.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

ANTARAJATIM.NET РJAKARTA. Bursa Asia merosot di awal perdagangan terakhir pekan ini. Jumat (5/3) pukul 8.19 WIB, indeks Nikkei 225 turun 1,51% ke 28.493.

Hang Seng tergerus 1,95% ke 28.667. Taiex turun 1,45% ke 15.685. Indeks Kospi turun 1,69% ke 2.992. Straits Times turun 0,45% ke 3.000.

Saham Asia tergelincir karena kenaikan imbal hasil US Treasury lagi-lagi mengguncang investor saham dan mengangkat dolar ke level tertinggi tiga bulan.

Pasar energi juga tidak luput dari volatilitas, dengan harga minyak melonjak lebih dari 5% semalam ke level tertinggi dalam lebih dari setahun. Lonjakan harga minyak terjadi  setelah OPEC dan sekutunya setuju untuk menjaga produksi tidak berubah hingga April karena pemulihan permintaan masih rapuh.

Baca Juga: Ada pembebasan pajak dividen, cermati rekomendasi saham emiten konglomerasi berikut

Wall Street pun turun tajam pada Kamis (4/3) setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell tidak menunjukkan bahwa Fed mungkin meningkatkan pembelian obligasi jangka panjang untuk menahan kenaikan yield US Treasury.

Nasdaq Composite jatuh 2,1%, turun sekitar 10% dari rekor penutupan tertinggi pada 12 Februari dan menempatkannya di wilayah koreksi.

Meskipun Powell memperjelas bahwa Fed tidak akan mengubah kebijakan moneter ultra-longgar dalam waktu dekat, beberapa analis masih khawatir kenaikan imbal hasil Treasury dapat menandai biaya pinjaman yang lebih tinggi. Hal ini akan membatasi pemulihan ekonomi AS yang rapuh.

“Dolar AS telah naik 0,8%, dan di sana Anda melihat trinitas suci dari ketakutan pasar – kenaikan nilai riil, peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga, dan dolar AS yang lebih kuat,” kata Chris Weston, kepala Riset di Pepperstone Markets Ltd, broker valuta asing, di Australia.

Baca Juga: Harga minyak mencapai level tertinggi dalam 14 bulan terakhir

Para investor obligasi dengan pandangan bearish terhadap Treasurys menyambut baik pernyataan Powell dan menjual instrumen tersebut. Yield US Treasury tenor 10-tahun naik di atas 1,5% ke level 1,57%, tetapi masih di bawah level tertinggi satu tahun di 1,61% yang dicapai minggu lalu.

Meningkatnya imbal hasil Treasury mendukung permintaan dolar. Indeks dolar melonjak 0,61% terhadap sekeranjang mata uang utama menjadi 91,65 mendekati level tertinggi tiga bulan pada 91,66.

Kenaikan imbal hasil dan penguatan dolar memukul harga emas, yang merosot ke level terendah sembilan bulan karena investor menjual logam mulia untuk mengurangi biaya peluang memegang aset non-imbal hasil.

Spot emas turun 0,2% lagi Jumat pagi menjadi $ 1.694 per ons troi, diperdagangkan di bawah $ 1.700 untuk pertama kalinya sejak Juni 2020. Harga minyak, di sisi lain, memperpanjang kenaikan pada awal Jumat setelah naik lebih tinggi semalam.

Baca Juga: Harga emas merosot ke bawah US$ 1700, terendah dalam 9 bulan

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link