ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Pekerja melakukan monitoring pembangunan pabrik Polyethylene (PE) di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk . TRIBUNNEWS/HO

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

ANTARAJATIM.NET – JAKARTA. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) berhasil menorehkan kinerja cemerlang sepanjang 2020. Emiten produsen petrokimia ini melaporkan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk senilai US$ 51,35 juta. Raihan ini naik 124,4% dari realisasi laba bersih di 2019 yang hanya US$ 22,88 juta.

Namun, anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tersebut membukukan pendapatan bersih senilai US$ 1,80 miliar, turun 3,9% dari pendapatan tahun 2019 yang sebesar US$ 1,88 miliar.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Ignatius Teguh Prayoga melihat, pemulihan spread margin, volume penjualan yang lebih tinggi, serta adanya manfaat pajak penghasilan, menjadi faktor utama di balik kinerja positif TPIA sepanjang 2020.

Pemulihan kinerja sebenarnya sudah mulai terlihat sejak kuartal kedua 2020, dimana EBITDA menjadi positif setelah membukukan EBITDA negatif pada kuartal pertama 2020, seiring dengan pemulihan spread margin dan peningkatan volume penjualan.

Selain itu, berkat fasilitas Polyethylene, Methyl Tert-butyl Ether (MTBE),  dan Butene 1 yang baru, konstituen Indeks Kompas100 ini dapat meningkatkan produksinya, sehingga bermuara pada volume penjualan yang lebih tinggi 14% pada tahun lalu.

Baca Juga: Siapkan US$ 65 juta, ini penggunaan dana capex Chandra Asri (TPIA) di tahun ini

“Kami meyakini pemulihan spread margin yang berkelanjutan dan tingkat utiliasi yang meningkat, akan menjadi pendorong utama kinerja di tahun ini, meskipun kami tetap mewaspadai kemungkinan kelebihan pasokan global,”  tulis Prayoga dalam riset, Jumat (5/3).

TPIA diekspektasikan dapat menikmati volume penjualan yang lebih baik tahun ini karena aktifnya fasilitas MTBE dan Butene-1 yang baru dan tingkat utilisasi yang lebih tinggi dapat dicapai karena pelonggaran pembatasan jarak sosial.

Namun, fasilitas petrokimia global yang akan mulai beroperasi pada tahun 2021 dinilai akan menyebabkan bertambahnya pasokan, sehingga dapat menekan harga petrokimia global.

“Terkait harga jual rerata atau average selling price (ASP), kami masih meyakini pemulihan yang berkelanjutan akan menghasilkan margin yang lebih baik dibandingkan dengan periode pandemic,” sambung Prayoga.

Prospek TPIA juga didukung oleh kurangnya pasokan di dalam negeri. Selama TPIA dapat mempertahankan tingkat utilisasi yang tinggi, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan volume penjualan akan tumbuh seiring dengan peningkatan kapasitas. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold saham TPIA dengan target harga Rp 8.900.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link