ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Perdagangan tahun 2021 di Istana Negara, Kamis (4/3).

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

ANTARAJATIM.NET –  JAKARTA. Presiden Joko Widodo kembali mengungkit perkataannya terkait benci produk asing yang diungkapkan Kamis (4/3). Dia pun menjelaskan lebih lanjut apa maksud perkataannya tersebut.

Menurut Jokowi maksud pernyataannya tersebut adalah untuk mencintai dan bangga atas produk Indonesia.

“Boleh saja kita ngomong tidak suka pada produk asing. Masa nggak boleh kita tidak suka. Kan boleh saja kita tidak suka pada produk asing. Itu aja rame. Saya ngomong benci pada produk asing, itu saja rame,” kata Jokowi, pada Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional XVII HIPMI Tahun 2021, Jumat (5/3).

Jokowi menyebut, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi pada level 4,5% hingga 5% tahun ini. Dia mengatakan, perbaikan ekonomi tersebut harus pula didukung dari sisi permintaan.

Baca Juga: Jokowi ajak masyarakat benci produk asing, begini penjelasan Menteri Perdagangan

Dia berharap, permintaan ini tidak hanya menguntungkan produk dari luar negeri, namun harus bisa mendukung produk dalam negeri sehingga tercipta efek domino dan menggerakkan produk dalam negeri semakin besar.

Meski begitu, dia juga menyebutkan bahwa untuk menghasilkan loyalitas konsumen Indonesia, maka produk dalam negeri harus memiliki kualitas yang baik dan harga yang kompetitif. Karena itu, dia juga berharap produsen meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

“Ini dari sisi produsen, harus terus memperbaiki kualitasnya, memperbaiki packagingnya, memperbaiki desainnya agar bisa mengikuti tren. Kita senang kalau dulu kita masih banyak impor misalnya, serat rayon, bijih plastik, sekarang sudah diproduksi di dalam negeri,” ujar Jokowi.

Dia juga meminta Kementerian/Lembaga serta semua BUMN untuk meningkatkan TKDN. Jangan sampai proyek-proyek pemerintah masih menggunakan barang-barang impor.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menegaskan bahwa Indonesia menganut keterbukaan ekonomi. Indonesia juga tidak menyukai preteksionisme lantaran hal tersebut bisa merugikan. Namun, dia tak menginginkan adanya perdagangan yang tidak adil.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link