ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Foto udara pembangunan konstruksi ruas jalan tol Padang-Sicincin di Jl Bypass KM 25, Kabupaten Padangpariaman, Sumatra Barat, Jumat (19/6/2020).

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

ANTARAJATIM.NET – JAKARTA. PT Hutama Karya (Persero) memastikan ruas Tol Padang–Sicincin masih terus dikerjakan. Sebelumnya, beredar kabar pengerjaan ruas tol tersebut dihentikan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro menegaskan bahwa sampai saat ini pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan di luar siaran pers/klarifikasi resmi yang didistribusikan oleh Komunikasi Korporat Hutama Karya. “Sehingga, jika terdapat informasi simpang siur yang beredar, perusahaan tidak bertanggung jawab atas hal tersebut,” ujar Koentjoro dalam siaran pers, Sabtu (6/3).

Dalam proses pembangunannya, Hutama Karya selaku pemilik Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Padang–Sicincin mengikuti sepenuhnya arahan dan kebijakan yang diberikan oleh regulator yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat (PUPR).

Dia mengakui bahwa Hutama Karya kerap menghadapi kendala dalam pembangunan proyek Tol Padang–Sicincin. “Pembebasan lahan di wilayah Sumatra Barat memang masih menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan hingga saat ini,” ungkap dia.

Baca Juga: Hutama Karya garap proyek ITDC senilai Rp 753 miliar

Meski demikian, progress yang tidak begitu signifikan di ruas tol ini bukan karena pembangunannya yang lamban. Tapi perusahaan pelat merah ini hanya dapat mengerjakan konstruksi tol sesuai dengan lahan yang telah dibebaskan. Karenanya, jika tersedia kelebihan sumber daya, maka pihaknya akan melakukan refocusing ke ruas proyek tol lain yang lebih siap lahannya.

Untuk mempercepat pembangunan Tol Padang–Sicincin, berbagai skema alternatif telah dilakukan oleh Hutama Karya selaku pemilik agar proyek dapat terus berjalan. Skema alternatif tersebut mulai dari pengajuan penetapan lokasi (penlok) baru, relokasi trase, hingga koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan ini.

“Hal ini kami lakukan untuk mempertimbangkan masyarakat setempat yang menyatakan bahwa tanah di sekitar pembangunan merupakan tanah pusaka dan produktif. Namun dalam pelaksanaannya, kami mengikuti sepenuhnya keputusan yang telah ditetapkan oleh regulator,” imbuh Koentjoro.

Baca Juga: Percepat proyek, Hutama Karya yakin Bendungan Way Apu rampung tepat waktu

Tol Padang–Sicincin sepanjang 36 km merupakan bagian dari koridor pendukung (feeder) yang berada di koridor Pekanbaru hingga Padang sepanjang 254 km.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) sepanjang ± 1.064 Km dengan 551 ruas tol konstruksi dan 513 ruas tol operasi. Adapun ruas yang telah beroperasi secara penuh yakni Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (141 km), Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (189 km), Tol Palembang–Indralaya (22 km), Tol Medan–Binjai seksi 2 & 3 (15 km), Tol Pekanbaru–Dumai (131 km) dan Tol Sigli–Banda Aceh seksi 4 Indrapuri–Blang Bintang (14 km).

Baca Juga: Masih pandemi, pebisnis rest area andalkan pendapatan dari jalan tol yang ramai

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link