ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


Reporter: Fahriyadi | Editor: Markus Sumartomjon

ANTARAJATIM.NET –  JAKARTA. Pada era digitalisasi seperti sekarang ini semua kebutuhan sudah bisa dipenuhi dari layar gawai kita. Hanya saja untuk memenuhi berbagai keperluan, kita mesti mengunduh banyak aplikasi di ponsel atau laptop. Itu pun setiap aplikasi memiliki spesifikasi keterbatasan dalam memberi bantuan.

Adalah usaha rintisan atau startup  bernama SuperHelper yang berupaya menyediakan beragam jasa bantuan di satu aplikasi. Aplikasi yang diluncurkan medio Januari 2021 ini menyasar pengguna kaum urban.

Founder dan Chief Executive Officer SuperHelper Mel BJ menjelaskan, aplikasi ini melayani semua kebutuhan jasa para pengguna. Layanan yang ditawarkan SuperHelper mulai dari jasa profesional seperti akuntan, desainer, dan pengacara, atau jasa kebutuhan sehari-hari seperti cuci motor/mobil, membersihkan rumah, atau mengantarkan barang.

Selain itu, SuperHelper juga menyediakan jasa pelayanan tak biasa, seperti mengusir serangga yang ada di rumah atau jasa lain yang tak banyak ditawarkan oleh aplikasi lain. “Kami berusaha tidak memberi batasan dalam membantu. Selama mitra penyedia jasa dan pengguna sepakat mengenai sebuah pekerjaan, maka semua jasa bantuan bisa kami berikan,” katanya kepada ANTARAJATIM.

Baca Juga: Aido Health menawarkan layanan kesehatan di rumah saja

Mel mengatakan, untuk jasa profesional, dia menyerahkan layanan harga jasa melalui skema negosiasi dan kesepakatan antara mitra penyedia dan pengguna. Sedangkan jasa sehari-hari, pihaknya sudah menetapkan tarif atau harga maksimum.

“Misalnya jasa membersihkan rumah atau mengirim barang, besaran ongkosnya tidak lebih mahal dari harga pasar yang ada saat ini, bahkan bisa lebih murah karena ada skema negosiasi, jadi tak merugikan konsumen,” ujar dia.

Sejauh ini SuperHelper hanya sebatas melayani pengguna yang berada di Jakarta dan berencana akan memperluas jangkauan ke Bodetabek dalam waktu dekat. 
 Mel mengklaim saat ini SuperHelper telah memiliki 1.000 mitra penyedia jasa dan ratusan pengguna aktif setiap harinya. Adapun, jumlah mitra ini masih terus bertambah karena pihaknya akan terus memperbanyak mitra sehingga berbagai jasa layanan bisa disediakan ke pengguna aplikasi ini.

Meski begitu, Mel mengaku selektif memilih mitra. Dia mencontohkan, untuk penyedia jasa profesional, pihaknya meminta sertifikat profesi serta pengalamannya. Sedangkan, untuk mitra jasa sehari-hari, mereka melakukan seleksi lewat wawancara secara personal dan melihat sikap dan perilaku dalam melayani konsumen.

SuperHelper menerapkan sistem bagi hasil dengan mitra penyedia jasanya. Mel bilang mitra bisa mengantongi 80% dari setiap jasa yang diberikan, sedangkan SuperHelper hanya mengutip 20%. “Kami belum mencari investor karena masih ingin melihat perjalanan bisnis ini ke depannya,” ujar dia.

 






Source link