ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Logo Tesla. REUTERS/Fabrizio Bensch/File Photo

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

ANTARAJATIM.NET – NEW YORK. Saham Tesla Inc kembali anjlok hingga 35% sejak rekor tertingginya pada 26 Januari lalu. Hal ini menjadi ketiga kalinya dalam kurun waktu satu tahun saham pembuat mobil listrik ini  mengalami koreksi secara dramatis.

Pada penutupan perdagangan Senin (8/3), saham Tesla turun lebih dari 4%. Dilansir dari Reuters, penurunan ini disebabkan oleh kekhawatiran investor terkait kenaikan suku bunga sehingga mengurangi kepemilikan saham-saham bernilai tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, penurunan saham Tesla juga diperkirakan karena salah satu cuitan twitter dari Chief Executive Tesla Elon Musk yang mengatakan bahwa Cybertruck yang sudah direncanakan baru akan diberikan pada kuartal kedua.

Saham perusahaan asal Amerika Serikat ini telah memiliki tren penurunan sejak 8 Februari lalu. Hal tersebut bebarengan dengan momen Tesla membeli bitcoin senilai US$ 1,5 miliar.

Baca Juga: Saham Tesla anjlok, Elon Musk telah kehilangan kekayaan sebesar Rp 387 triliun

Sejatinya, penurunan saham tidak hanya dialami oleh Tesla. Perusahaan-perusahaan teknologi lainnya juga mengalami penurunan sejak indeks Nasdaq mengalami puncaknya pada 12 Februari. Terbesar, Tesla turun hampir 30%. Selanjutnya diikuti oleh Apple Inc yang turun hingga 13% serta Microsoft Corp, Amazon.com Inc, dan Facebook Inc yang turun kurang dari 10%

Penurunan saham Tesla kali ini semakin membuktikan bahwa saham ini menjadi yang paling tidak stabil di antara perusahaan-perusahaan terbesar Wall Street setahun ke belakang. Pada awal 2020 lalu, saham Tesla telah turun lebih dari 60% karena adanya pandemi Covid-19. 

Setelah itu, sahamnya sempat naik di rekor tertinggi pada bulan Agustus namun turun lagi sebesar 33% dan kini sahamnya kembali turun 35% sejak rekor tertingginya di bulan Januari.

 






Source link