ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. BEI mencermati pergerakan saham Adi Sarana Armada (ASSA) karena telah meningkat di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA)

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Khomarul Hidayat

ANTARAJATIM.NET – JAKARTA. Harga saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) melesat 42,32% dalam sepekan terakhir. Pada penutupan perdagangan Rabu (10/3), harga  saham ASSA naik 2,39% ke Rp 1.715 per saham.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati pergerakan saham ASSA karena telah meningkat di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA) pada Senin lalu (8/3). Direktur ASSA, Hindra Tanujaya mengungkapkan, sebelumnya ASSA telah menyampaikan sejumlah informasi pada publik.

Yakni pada 25 Februari 2021, Adi Sarana melaporkan informasi terkait penandatanganan perjanjian kredit dengan PT Bank BTPN Tbk. Selanjutnya pada 9 Maret 2020, ASSA meneken perjanjian kredit dengan PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank BCA Syariah.

Baca Juga: Adi Sarana Armada (ASSA) mengantongi fasilitas kredit Rp 275 miliar

Adi Sarana Armada melakukan penandatanganan perjanjian Kredit dengan BCA dan atas tambahan fasilitas kedit dari bank, yaitu berupa fasilitas installment loan dengan jumlah pokok sebesar Rp 100 miliar untuk pengembangan anak usaha perseroan.

Selain itu, ASSA telah melakukan meneken perjanjian kredit dengan PT Bank BCA Syariah atas penambahan fasilitas pembiayaan modal kerja musyarakah (revolving) sebesar Rp 50 miliar untuk penambahan modal kerja usaha perseroan.

“Sampai dengan saat ini, perusahaan tidak memiliki inforamsi, fakta, kejadian penting lainnya yang bersifat material sehingga mempengaruhi nilai efek perusahaan dan kelangsungan hidup peruseroan,” ujar Hindra dalam keterbukaan informasi, Rabu (10/3).

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link