ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Botol dengan stiker bertuliskan COVID-19/ vaksin virus corona dan jarum suntik medis terlihat di depan logo AstraZeneca yang ditampilkan dalam foto ilustrasi yang diambil pada 31 Oktober 2020. REUTERS/Dado Ruvic

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

ANTARAJATIM.NET –¬†JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengimbau negara-negara pada Senin (15 Maret) untuk tidak menghentikan kampanye vaksinasi, setelah lebih banyak negara Eropa dan satu di Asia bergabung dengan segelintir yang telah menangguhkan penggunaan vaksin virus corona buatan AstraZeneca karena kekhawatiran akan keamanan.

Thailand mengumumkan rencana pada Senin untuk melanjutkan vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca. Tetapi, Indonesia mengatakan, akan menunggu, setelah Irlandia dan Belanda mengumumkan penangguhan pada Minggu (14 Maret).

Jerman menjadi negara Eropa terbaru yang menghentikan vaksinasi AstraZeneca, mengikuti rekomendasi dari Paul Ehrlich Institute, otoritas yang bertanggungjawab atas vaksin di negeri panser.

Denmark dan Norwegia telah melaporkan kasus perdarahan yang terisolasi, pembekuan darah, dan jumlah trombosit yang rendah setelah mendapat vaksin AstraZeneca. Islandia dan Bulgaria sebelumnya menangguhkan penggunaannya, sementara Austria dan Italia juga berhenti menggunakan batch tertentu dari vaksin AstraZeneca.

Sedang Prancis dan Inggris menyatakan, mereka tidak khawatir dengan vaksin AstraZeneca.

Baca Juga: Denmark: Wanita yang meninggal setelah terima vaksin punya gejala sangat tidak biasa

WHO menyebutkan, panel penasehatnya sedang meninjau laporan terkait dengan vaksin AstraZeneca dan akan merilis temuannya sesegera mungkin. 

Tetapi, badan di bawah naungan PBB itu menegaskan, tidak mungkin mengubah rekomendasinya, yang dikeluarkan bulan lalu, untuk penggunaan luas aksin AstraZeneca, termasuk di negara-negara di mana varian virus Afrika Selatan bisa mengurangi kemanjurannya.

“Sampai hari ini, tidak ada bukti bahwa insiden tersebut disebabkan oleh vaksin, dan penting agar kampanye vaksinasi terus berlanjut sehingga kita bisa menyelamatkan nyawa dan membendung penyakit parah dari virus tersebut,” kata juru bicara WHO Christian Lindmeier, seperti dikutip Reuters.

Tidak ada indikasi

Vaksin AstraZeneca termasuk yang pertama dan termurah untuk dikembangkan dan diluncurkan dalam jumlah besar, sejak virus corona pertama kali diidentifikasi di China Tengah pada akhir 2019, dan akan menjadi andalan program vaksinasi di banyak negara berkembang. Virus itu telah menewaskan lebih dari 2,7 juta orang.

Baca Juga: Terbit minggu ini, laporan yang paling ditunggu-tunggu dari misi WHO ke Wuhan




Source link