ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ANTARAJATIM.NET – JAKARTA. Rupiah mengawali perdagangan pekan ini dengan kinerja yang kurang memuaskan. Pada Senin (15/3), rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 14.403 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,12% dibanding penutupan akhir pekan lalu yang masih berada di Rp 14.385 per dolar AS.

Tak hanya melemah di pasar spot, kinerja serupa juga terjadi di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Mata uang Garuda ini ditutup terkoreksi sebesar 0,33% ke Rp 14.418 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan, pelemahan rupiah pada hari ini tidak terlepas dari rilis data ekonomi Indonesia yang dianggap kurang meyakinkan. Hari ini, terdapat rilis data neraca perdagangan di mana posisinya pada bulan lalu masih mencatatkan surplus sebesar US$ 2 miliar.

Baca Juga: Kurs rupiah melemah ke Rp 14.403 per dolar AS pada Senin (15/3)

“Walaupun memang mencatatkan surplus, tapi dari sisi impor mengalami kenaikan tajam hingga 14%. Ini menimbulkan ekspektasi investor bahwa ke depan impor masih akan kembali mengalami kenaikan hingga akan semakin menekan surplus neraca perdagangan ke depan,” kata Ahmad kepada ANTARAJATIM.NET, Senin (15/3).

Kendati demikian, Ahmad meyakini rupiah sepekan ini akan cenderung bergerak stabil. Bahkan untuk perdagangan besok, Selasa (16/3), menurutnya rupiah ada potensi mengalami penguatan. Salah satu penyebabnya adalah esok akan ada rilis data penjualan ritel AS pada Februari yang diperkirakan akan mengalami penurunan dibanding posisi Januari.

Dengan kondisi tersebut, ia melihat akan ada potensi yield US Treasury pada esok hari akan tertekan dan terkoreksi. Dus, rupiah akan mendapatkan keuntungan dari keadaan tersebut. Ahmad juga bilang, pasar masih akan dalam posisi wait and see menunggu hasil rapat baik dari The Fed maupun dari BI pada pertengahan pekan ini.

Baca Juga: Cek kurs dollar rupiah di Bank Mandiri hari ini, Senin 15 Maret 2021

“Tapi, jika melihat perkembangan saat ini, besar kemungkinan The Fed akan mampu mengontrol ekspektasi market pada rapat tersebut. Akhirnya, hal ini juga akan berujung pada yield US Treasury yang akan kembali turun dan pada akhirnya membuat rupiah berpotensi kembali menguat seiring tekanan terhadap SBN yang berkurang,” imbuh Ahmad.

Oleh karena itu, pada perdagangan besok, Ahmad memperkirakan rupiah akan berpotensi menguat dan berada pada rentang Rp 14.350 – Rp 14.400 per dolar AS.

 



Source link