ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Kim Yo Jong, adik perempuan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Sumber: Associate Press,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

ANTARAJATIM.NET – SEOUL. Dalam pernyataan pertama Korea Utara yang ditujukan pada pemerintahan Biden, saudara perempuan Kim Jong Un pada hari Selasa (16/3/2021) memperingatkan Amerika Serikat menahan diri untuk tidak menyebabkan bau busuk jika ingin tidur dalam damai dalam empat tahun ke depan.

Melansir AP, pernyataan Kim Yo Jong dikeluarkan saat Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin tiba di Asia untuk berbicara dengan sekutu AS, Jepang dan Korea Selatan, tentang Korea Utara dan masalah regional lainnya. Mereka mengadakan pertemuan di Tokyo pada hari Selasa sebelum berbicara dengan para pejabat di Seoul pada hari Rabu.

“Kami menggunakan kesempatan ini untuk memperingatkan pemerintahan baru AS yang berusaha keras untuk memberikan bau bubuk (senjata) di tanah kami. Jika Amerika ingin tidur dengan damai selama empat tahun mendatang, lebih baik jangan menyebabkan bau pada langkah pertama,” katanya.

Kim Yo Jong, seorang pejabat senior yang menangani urusan antar-Korea, juga mengkritik AS dan Korea Selatan karena mengadakan latihan militer. Dia juga mengatakan Korut akan mempertimbangkan untuk meninggalkan perjanjian bilateral 2018 tentang pengurangan ketegangan militer dan menghapus unit partai yang berkuasa selama puluhan tahun yang ditugaskan untuk menangani hubungan antar-Korea jika tidak lagi harus bekerja sama dengan Korsel.

Baca Juga: Latihan militer China fokus pada 3 wilayah laut yang vital ini

Dia mengatakan Korea Utara juga akan mempertimbangkan untuk membatalkan kantor yang menangani tur Korea Selatan ke Gunung Berlian yang indah di Korea Utara, yang ditangguhkan Seoul pada tahun 2008 setelah seorang penjaga Korea Utara menembak seorang turis Korea Selatan secara fatal.

“Korea Utara akan mengawasi sikap dan tindakan dari otoritas (Korea Selatan) di masa yang akan datang sebelum menentukan tindakan apa yang akan diambil,” katanya dalam pernyataannya yang diterbitkan di surat kabar resmi Pyongyang Rodong Sinmun.

Baca Juga: AS dan Jepang peringatkan China atas pemaksaan juga perilaku destabilisasi di kawasan






Source link