ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Hasil survei menyebutkan, insentif kartu prakerja paling banyak digunakan untuk memenuhi bahan pangan.

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Khomarul Hidayat

ANTARAJATIM.NET – JAKARTA. Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari melaporkan pemanfaatan insentif kartu prakerja digunakan untuk mendukung daya beli masyarakat. Salah satunya untuk memenuhi bahan pangan. Bahkan dari survei, 95% responden menyebut insentif digunakan untuk memenuhi bahan pangan.

Hasil ini didapatkan dari survei evaluasi evaluasi  dengan sumber sebanyak 4,7 juta penerima program kartu prakerja dengan waktu 5 Agustus hingga 15 Desember 2020. Pada saat itu, insentif yang sudah disalurkan sudah mencapai Rp 13,4 triliun.

“Jadi memang ini fungsi dari kartu prakerja yaitu misi ganda yang awalnya adalah untuk keterampilan, tetapi di masa pandemi ditambah misi untuk daya beli masyarakat. Ini kelihatan dari hasil survei yaitu 95% dipakai untuk bahan pangan,” ujar Denni dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (16/3).

Baca Juga: Kemnaker catat 586.049 peserta kartu prakerja daftar pelatihan lewat Sisnaker

Dari survei tersebut, insentif yang didapatkan tak hanya dimanfaatkan untuk bahan pangan, tetapi juga untuk listrik/air sebesar 74%, untuk bensin/solar sebesar 64%, untuk pulsa dan paket sebesar 61%.

Bahkan, peserta pun memanfaatkan uang tersebut untuk modal usaha yakni sebesar 70%. Pertanyaan ini merupakan pertanyaan baru yang ditambahkan dan dijawab oleh 3,28 juta pengisi survei evaluasi.

Denni melaporkan, hingga 16 Maret 2021, sudah terdapat 55,8 juta masyarakat yang mendaftar program kartu prakerja melalui situs. Sebanyak 36,6 juta lolos verifikasi email, 27 juta lolos verifikasi NIK dan KK, lalu 25,6 juta lolos veridikasi nomor HP.

Sejauh ini, sudah ada 7,2 juta SK yang diterima, dimana 6 juta penerima tahun 2020 dan sebanyak 1,2 juta SK penerima yang diterbitkan di 2020.

Dai jumlah tersebut terdapat 6,58 juta peserta yang sudah membeli pelatihan. “Jumlah orang yang sudah beli pelatihan itu 5,51 juta di 2020, sedangkan di 2021, kita sudah memberi SK 1,2 juta orang, yang sudah membeli pelatihan 1 juta lebih,” terangnya.

Dari data tersebut, ada pula sekitar 6 juta orang yang sudah menyelesaikan minimal 1 pelatihan. Sebanyak 5,33 juta dari penerima tahun 2020, dan 774.000 orang dari tahun 2021.

Sementara sekitar 5,5 juta orang yang telah menerima insentif, terbagi atas 5,32 juta orang penerima tahun 2020 dan 269.000 penerima tahun 2021.

Lalu, total insentif yang telah tersalurkan sebesar Rp 13,5 triliun, yakni Rp 13,36 triliun untuk peserta kartu prakerja di tahun 2020, dan di 2021 yang sudah disalurkan sebesar Rp 161 miliar.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.



Source link