ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Pabrik PT Wahana Interfood Nusantara Tbk

Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo .

ANTARAJATIM.NET – JAKARTA. Produsen cokelat PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) berharap ada peningkatan kinerja bisnis sepanjang tahun ini kendati dunia masih dilanda pandemi Covid-19.

Sekretaris Perusahaan Wahana Interfood Nusantara Gendra Fachrurozi menyampaikan, pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan neto sekitar 10%–15% pada tahun 2021. Target tersebut dinilai masih realistis dan peluang untuk mencapainya cukup terbuka terlepas perekonomian global dan Indonesia belum stabil di masa pandemi Covid-19.

“Di tahun ini kami masih melihat adanya potensi dan peluang di pasar dalam negeri, terutama dari sisi belanja konsumen untuk produk-produk ritel,” ujar dia, Minggu (14/3).

Oleh karena itu, COCO fokus pada penetrasi terhadap konsumen di seluruh Indonesia. Perusahaan ini pun berupaya meningkatkan distribusi produk ke wilayah Indonesia Timur mengingat porsi penjualan produk di sana masih belum besar namun pertumbuhannya cukup signifikan.

Langkah distribusi produk COCO di wilayah Indonesia Timur terbagi menjadi dua macam, yakni distribusi melalui kerja sama dengan pihak distributor atau distribusi secara mandiri dengan membuka cabang COCO di lokasi tertentu. “Kami masih memprioritaskan bekerja sama dengan distributor, namun tidak menutup kemungkinan kami membuka distribusi mandiri seperti di Surabaya, Makassar, dan Bali,” ungkap Gendra.

Strategi efisiensi beban operasional juga diterapkan secara ketat oleh COCO untuk menjaga kinerja di tahun ini. Perusahaan tersebut turut memaksimalkan semua jaringan pemasarannya, termasuk melalui channel penjualan baru dengan sistem online berupa website bakingmart.id.

Baca Juga: Pabrik baru Wahana Interfood (COCO) ditargetkan beroperasi semester II 2021

Sampai saat ini, pendapatan COCO masih didominasi oleh penjualan di pasar lokal sebanyak 99% dan 1% sisanya dari pasar ekspor. Gendra menyebut, sebelum ada peraturan ASEAN Free Trade Area (AFTA), COCO tergolong perusahaan yang fokus pada penjualan ekspor. “Pada saat itu, Indonesia merupakan pasar terbesar di ASEAN, tetapi penjualan kami di Indonesia sendiri tidak kuat,” tuturnya.

Maka dari itu, Manajemen COCO mengganti strategi penjualan dengan memperkuat pasar domestik, walau permintaan dari luar negeri sebenarnya tetap banyak.

Pihak COCO pun masih menunggu bertambahnya kapasitas produksi dari pabrik cokelat baru sebelum memulai fokus penjualan ekspor kembali. Adapun saat ini, COCO memiliki sejumlah pelanggan dari luar negeri seperti Filipina, Pakistan, Jepang, dan Korea Selatan.

Sebagai catatan, COCO belum merilis laporan keuangan tahunan 2020. Hingga kuartal III-2020, penjualan neto COCO mencapai Rp 98,89 miliar atau turun 34,31% (yoy) dibandingkan realisasi penjualan per kuartal III-2019 sebesar Rp 150,55 miliar. Adapun laba tahun berjalan COCO menyusut 67,23% (yoy) dari Rp 5,25 miliar per kuartal III-2019 menjadi Rp 1,72 miliar per kuartal III-2020.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.



Source link