ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Harga minyak tergelincir untuk 4 hari berturut-turut

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

ANTARAJATIM.NET – MELBOURNE. Harga minyak mentah kembali tergelincir untuk hari keempat pada perdagangan hari ini. Sentimen utama muncul dari kekhawatiran tentang permintaan dari kawasan Eropa akibat sejumlah negara menunda penggunaan vaksin Covid-19 milik AstraZeneca. 

Rabu (17/3) pukul 09.30 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontak pengiriman April 2021 turun 5 sen menjadi US$ 64,75 per barel, setelah sempat naik 28 sen pada awal perdagangan.

Serupa, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2021 turun 10 sen, atau 0,2% ke level US$ 68,29 per barel, setelah awalnya naik sebanyak 23 sen.

Pasar telah turun lebih rendah selama beberapa hari terakhir di tengah kekhawatiran tentang terhentinya peluncuran vaksin yang memperlambat pemulihan permintaan bahan bakar.

“Kekhawatiran bahwa permintaan bisa turun lebih lanjut karena sejumlah menteri kesehatan Eropa menangguhkan peluncuran vaksin AstraZeneca di tengah masalah kesehatan,” kata ANZ Research dalam sebuah catatan.

Permintaan minyak memang terlihat tumbuh di India dan Amerika Serikat, itu tetap lemah di Eropa, kata ANZ. Terlihat, konsumsi bahan bakar di jalan raya Prancis turun 10,8% pada Februari dari tahun sebelumnya, menurut federasi industri perminyakan Prancis, UFIP.

Baca Juga: Harga minyak ditutup melemah usai sejumlah negara Eropa tangguhkan vaksin AstraZeneca

Padahal, minyak mendapat suntikan tenaga setelah data American Petroleum Institute (API) memperlihatkan persediaan minyak mentah AS yang ternyata turun 1 juta barel di pekan lalu. Angka tersebut berbanding terbalik dari hasil jajak pendapat Reuters yang memperkirakan peningkatan 3 juta barel. 

“Pasar salah langkah tetapi masih cukup terkejut setelah stok minyak AS secara tak terduga turun pekan lalu,” kata Stephen Innes, kepala strategi pasar global di Axi.

Pada saat yang sama, stok bensin turun kurang dari yang diharapkan, yakni turun 926.000 barel, dibandingkan dengan perkiraan penarikan 3 juta barel.

“Pengurangan stok bensin mingguan yang lebih sempit mengisyaratkan bahwa aktivitas penyulingan menjadi normal setelah pembekuan besar di Texas menahan produksi di bulan sebelumnya,” kata Innes dalam sebuah catatan.

Musim dingin bersejarah di negara bagian AS selatan itu melumpuhkan hampir seperempat dari kapasitas penyulingan AS pada bulan lalu.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link