ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Bongkar muat batubara dari kapal ke truk pengangkut di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Rabu (11/3). ANTARAJATIM/Cheppy A. Muchlis/11/03/2015

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Tendi Mahadi

ANTARAJATIM.NET – JAKARTA. Bakal akhiri kontrak dengan dengan anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT United Tractors Tbk (UNTR) yang merupakan induk usaha PT Pamapersada Nusantara sebut tidak akan mempengaruhi rencana kerja perusahaan ke depan. 

Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara Loebis menekankan berakhirnya kontrak sudah masuk dalam proyeksi United Tractors pada rencana kerja 2021, sehingga tidak merubah rencana dan strategi tahun ini.

Apalagi, target tahun ini sudah mengakomodasi atau memperhitungkan selesainya kontrak Pama di pertengahan tahun “Secara pararel kami tetap aktif mencari peluang baru, baik dari proyek yang ada saat ini, maupun peluang proyek baru,” ungkap Sara kepada ANTARAJATIM, Rabu (19/3).

Baca Juga: Goodyear (GDYR) optimistis kinerja menggelinding lagi di tahun ini

Selain itu, Sara juga menambahkan kalau porsi produksi Pama di Adaro mewakili 8% dari total produksi Pama. Adapun kontribusi Pama ke United Tractors tahun ini diyakini masih akan stabil dalam kisaran 45%-48%. Tahun lalu, Pamapersada membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 29,21 triliun atau setara 48,4% dari total pendapatan bersih UNTR tahun lalu.

“Tanpa terjadinya selesai kontrak dengan Adaro pun, peluang kontrak baru selalu kami rintis, namun saat ini belum dapat kami sebutkan,” jelasnya. 

Head of Corporate Communication PT Adaro Energy Tbk Febriati Nadira menjelaskan berakhirnya kontrak Adaro Indonesia dengan Pamapersada Nusantara di 31 Juli 2020, membuat perusahaan itu melakukan lelang ulang pekerjaan tersebut. 

Terpilihnya PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) yang merupakan anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dilakukan melalui proses tender yang kompetitif. 

Baca Juga: Ditopang capex Rp 6 triliun, Tower Bersama (TBIG) yakin bisa tumbuhkan laba tahun ini

“Baik PAMA maupun BUMA telah tertbukti memberikan jasa pertambangan yang andal dan kompetitif bagi Adaro selama 20 tahun atau lebih,” kata Nadira kepada ANTARAJATIM, Rabu (17/3).

Dengan rekam jejak yang ada, wanita yang akrab disapa Ira ini juga meyakini ke depan BUMA akan dapat memenuhi persyaratan kinerja kontraktualnya. Selain itu, dia juga berharap pengaturan yang akan datang akan semakin memperkuat daya saing dan keandalalan Adaro Indonesia sebagai produsen batubara pasca transisi. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link