ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ANTARAJATIM.NET – TOKYO. Line Corp., penyedia layanan aplikasi pesan instans Line, mengizinkan teknisi mereka untuk mengakses data pengguna. Teknisi Line berasal dari perusahaan afiliasi di China.

Dilansir dari Kyodo, perusahaan afiliasi Line yang ada di China itu memiliki akses ke database setidaknya 32 kali. Perusahaan tersebut dipercaya untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.

Kyodo melaporkan, empat teknisi dari perusahaan China itu bisa melihat nama pengguna, nomor telepon, dan alamat e-mail bersama dengan pesan dari sekitar musim panas 2018.

Baca Juga: Facebook akan melabeli semua postingan terkait vaksin COVID-19

Operator aplikasi Line mengatakan, telah melaporkan masalah tersebut ke Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Jepang dan akan segera membentuk panel pihak ketiga untuk menyelidiki insiden tersebut.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato menyatakan dalam konferensi pers, pemerintah akan menanggapi masalah tersebut dengan tepat setelah mengonfirmasi perinciannya.

Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Jepang juga akan menyelidiki kasus tersebut, termasuk apakah Line mengawasi perusahaan mitranya di China dengan benar.

Baca Juga: Dituding promosikan misinformasi, Instagram: Itu penelitian yang cacat

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo



Source link