ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Produsen plastik kemasan PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP).

Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo .

ANTARAJATIM.NET – JAKARTA. PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) tengah mengembangkan pabrik baru yang berlokasi di Kecamatan Cikupa, Tangerang, Jawa Barat. Rencananya, pabrik tersebut akan mulai beroperasi di akhir bulan Maret tahun ini. Untuk memuluskan proses pembangunan pabrik barunya tersebut, Sinergi Inti Plastindo menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 21 miliar.

Dengan beroperasinya pabrik baru pada akhir Maret nanti, manajemen ESIP optimistis akan mendulang pertumbuhan penjualan hingga 100% di tahun 2021. “ESIP di akhir bulan akan beroperasi pabrik baru. Target penjualan 2021 naik 100% dibanding 2020,” ungkap Direktur Utama PT Sinergi Inti Plastindo Tbk saat dihubungi ANTARAJATIM, Rabu (17/3). 

Selain sebagai modal untuk membangun pabrik baru, capex tahun ini juga ESIP siapkan untuk melakukan pengembangan dan inovasi terhadap produk berbahan baku plastik yang mereka produksi. Asal tahu saja, ESIP memproduksi berbagai barang jadi plastik, seperti delivery bag, kurir, bag, food packaging, sarung tangan, dan produk berbahan dasar plastik lainnya. 

Pada kuartal I 2021 ini, ESIP juga tengah mengejar penambahan produksi menggunakan mesin-mesin baru yang baru saja pihaknya terima. Oleh karena itu, Eric pun memproyeksikan peningkatan penjualan hingga 30% di Kuartal II 2021 mendatang. 

Baca Juga: Sinergi Inti Plastindo (ESIP) siapkan capex Rp 22 miliar pada 2021, ini penggunaannya

“Pada kuartal I 2021 kami sedang kejar penambahan produksi dengan mesin-mesin baru yang kami baru terima dan running. Proyeksi Kuartal II 2021 akan ada peningkatan sales 30% banding tahun 2021 year on year,” jelasnya. 

Berdasarkan catatan yang telah dihimpun ANTARAJATIM.NET sebelumnya, ESIP sudah melakukan pembayaran down payment (DP) pada mesin-mesin baru tersebut di tahun lalu. Namun, mesin-mesin tersebut baru bisa terealisasi di tahun ini akibat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Maret-Juli tahun lalu. 

Eric mengungkapkan, kinerja bisnis ESIP di tahun lalu cenderung stabil. “Relatif stabil dibanding 2019. Tidak naik , namun tidak turun,” ungkap Eric. 

Pada kuartal III 2020, ESIP membukukan laba (rugi) yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp 1,04 miliar atau naik 22,92 dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 848,90 juta.

Namun, penurunan terjadi pada pendapatan ESIP secara year on year (yoy). ESIP mencatat pendapatan pada Kuartal III 2020 menurun 14,19% dari periode yang sama di tahun lalu, yaitu dari Rp 40,57 miliar menjadi Rp 34,82 miliar.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link