ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Antrean nasabah di kantor cabang BRI

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

ANTARAJATIM.NET – JAKARTA. Layanan open banking melalui fitur application programming Interface (API) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus mengalami peningkatan dan berkontribusi mendorong pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI).

Dalam dua bulan pertama tahun ini, transaksi BRI API sudah cukup menggembirakan. Transaksinya telah mencapai Rp 10 triliun dan dari situ perseroan berhasil mengantongi fee based income Rp 6 miliar.

Baca Juga: Kurs dollar-rupiah di BRI hari ini Kamis 18 Maret, cek sebelum tukar valas

Besarnya transaksi tersebut tidak lepas dari peningkatan jumlah mitra yang terhubung dengan BRI API. “Hingga saat ini, sudah ada 225 perusahaan yang terhubung dengan BRI API,” kata Direktur Digital dan Teknologi Informasi Indra Utoyo kepada ANTARAJATIM.NET, Selasa (16/3).

Sampai akhir tahun, BRI API ditargetkan bisa menorehkan transaksi sebesar Rp 48 triliun atau meningkat 11,6% dari tahun 2020 yakni Rp 43 triliun. Sementara fee based income dari layanan ini ditargetkan mencapai Rp 22 miliar, naik dari Rp 21 miliar tahun lalu.

Untuk mendorong pertumbuhan transaksi BRI API, menurut Indra, BRI akan mengembangkan variasi produk dan fitur yang mengakomodir kebutuhan mitra dan ekosistem perseroan dengan proses integrasi yang lebih cepat namun tetap reliable dan aman.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link