ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Korea Utara akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia setelah pengadilan di Negeri Jiran memutuskan seorang pria Korea Utara dapat diekstradisi ke Amerika. KCNA via REUTERS

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

ANTARAJATIM.NET – SEOUL. Media milik pemerintah Korea Utara, KCNA, melaporkan pada hari Jumat (19/3/2021), Korea Utara akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia setelah pengadilan di Negeri Jiran memutuskan seorang pria Korea Utara dapat diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan pencucian uang.

Melansir KCNA yang dikutip Reuters, Kementerian luar negeri Korea Utara juga memperingatkan Washington akan membayar konsekuensinya.

Menurut laporan media lokal Malaysia, pada 9 Maret, pengadilan tinggi Malaysia memutuskan bahwa seorang pria Korea Utara, Mun Chol Myong, dapat diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan pencucian uang.

Mun ditangkap pada 2019 setelah Amerika Serikat menuduhnya melakukan pencucian dana melalui sejumlah perusahaan dan mengeluarkan dokumen palsu untuk mendukung pengiriman ilegal ke Korea Utara. Mun melawan permintaan ekstradisi, dengan alasan bahwa itu bermotif politik.

Baca Juga: Kalau sejumlah syarat ini terpenuhi, Korea Utara bersedia penuhi permintaan AS

Kementerian menyebut hukuman ekstradisi sebagai akibat dari tindakan jahat dan kejahatan berat yang tidak dapat diampuni oleh otoritas Malaysia, karena telah menyebabkan warga negara Malaysia sebagai korban tindakan permusuhan AS yang menyimpang dari hukum internasional yang diakui.

“Tindakan Malaysia telah menghancurkan seluruh fondasi hubungan bilateral yang didasarkan pada penghormatan terhadap kedaulatan,” demikian pernyataan yang tertulis di KCNA.

Baca Juga: AS siapkan tekanan dan opsi diplomatik, modal berurusan dengan Korea Utara

Hubungan dekat Malaysia dengan Korea Utara semakin menurun setelah saudara laki-laki pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang terasing, Kim Jong Nam, terbunuh di bandara Kuala Lumpur pada Februari 2017. Pada waktu itu, dua orang wanita mengusap wajahnya dengan agen saraf VX, yang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa masuk ke dalam daftar senjata pemusnah massal.

“Kami memperingatkan sebelumnya bahwa AS – manipulator belakang panggung dan penyebab utama insiden ini – juga harus menanggung akibatnya,” lapor KCNA.

Pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden akan menyelesaikan peninjauan kebijakan Korea Utara dalam beberapa minggu ke depan dalam konsultasi erat dengan sekutu.

 

 






Source link