ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Alat berat atau dump truck membawa batubara.Pho KONTANAchmad Fauzie/19/06/2008

Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo .

ANTARAJATIM.NET – JAKARTA. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mendukung langkah pemerintah menghapuskan Fly Ash Bottom Ash dari kategori limbah B3.

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengungkapkan merujuk kajian setiap tahun produksi FABA bisa mencapai 10 juta hingga 15 juta ton. “Pemanfaatan fly ash baru sekitar 1% sementara bottom ash baru 2%,” kata Hendra kepada ANTARAJATIM.NET, Jumat (19/3).

Hendra menerangkan jumlah pemanfaatan di Indonesia tergolong rendah, pasalnya sejumlah negara lain pemanfaatan fly ash telah mencapai 45%. Sementara bottom ash rerata mencapai 86%.

Baca Juga: Volume produksi batubara masih akan terus menanjak hingga 20 tahun ke depan

Masih menurut Hendra, FABA yang diproduksi dapat dimanfaatkan untuk paving block, campuran semen dalam pembangunan serta konstruksi lainnya seperti pembangunan jalan dan jembatan.

Tak hanya itu, FABA juga dapat digunakan untuk kegiatan reklamasi bekas tambang. “Kebijakan penghapusan limbah B3 sudah cukup (untuk dorong akselerasi) namun tentu memerlukan syarat-syarat juga agar lingkungan bisa tetap dijaga,” pungkas Hendra.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link