ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Investor melintas di depan papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta./pho ANTARAJATIM/Carolus Agus Waluyo.

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Herlina Kartika Dewi

ANTARAJATIM.NET – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,13% di level 6.356,16 pada perdagangan Jumat (19/3). Sebanyak 176 saham menguat, 295 saham melemah, dan 168 saham stagnan.

Pada perdagangan hari ini, investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) di seluruh pasar Rp 512,29 miliar.

Analis Philip Sekuritas Indonesia Anugerah Zamzami Nasr menyebutkan setelah banyak menghabiskan intraday di zona merah, IHSG ditutup menguat 0,13%. 

“Lonjakan IHSG di akhir sesi didukung lompatnya HMSP, SMMA, BBCA, CPIN, INTP, dan SMGR,” ujarnya kepada ANTARAJATIM.NET, Jumat (19/3).

Menurutnya, kenaikan IHSG ini tidak sejalan dengan memerahnya bursa regional seiring investor masih berhati-hati setelah kenaikan yield US Treasury bertenor 10 tahun yang sempat naik menjadi hampir 1,75%.

Ia menambahkan, kekhawatiran baru bahwa The Fed akan memberi toleransi pada laju inflasi yang lebih cepat telah memicu aksi jual pada asset berisiko tinggi seperti saham dan komoditas. Investor melihat adanya ketidakpastian mengenai dampak dari kerangka kerja The Fed yang baru dimana inflasi sengaja di biarkan melebihi (overshoot) target 2% untuk beberapa waktu.

Baca Juga: IHSG menguat 0,13% ke 6.356 pada Jumat (19/3), asing catat net buy Rp 512,29 miliar

Hal tersebut juga sejalan dengan sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG selama sepekan ini. “Kebanyakan masih pergerakan yield dan FOMC meeting, serta RDG BI,” sebutnya.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan dalam risetnya mengatakan pergerakan IHSG pada Jumat (19/3) didorong oleh sektor consumer goods yang menguat 2,47% dan sektor industri dasar yang menguat 0,99%. 

“IHSG ditutup menguat terbatas di tengah pelemahan bursa global akibat kekhawatiran akan naiknya yield obligasi AS dan kekhawatiran baru akan covid-19 di Eropa,” katanya.

Zamzami memperkirakan, untuk pekan depan IHSG akan bergerak sideways dengan support di level 6.290 dan resistance di level 6.390.

“Pasar masih monitor yield US treasury, dan data-data makro dari beberapa negara, juga pembicaraan China-AS dan implikasinya pada hubungan kedua negara tersebut di masa depan,” tuturnya.

Sementara, Dennies memproyeksikan IHSG akan menguat. Pergerakan didukung sentimen dari dalam negeri terkait relaksasi pajak beberapa sektor. Investor juga akan mencermati penetapan suku bunga China.

Ia memproyeksikan IHSG Senin (21/3) diprediksi menguat dengan level support 6.290 hingga 6.323 dan level resistance 6.372 hingga 6.388.

Baca Juga: IHSG melemah ke 6.322,5 pada akhir sesi I hari ini, asing angkut BBCA, BMRI dan GGRM

Secara teknikal, Analis Binaartha, M. Nafan Aji Gusta Utama dalam risetnya menjelaskan berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance minimum berada pada 6307.84 hingga 6394.45.

Berdasarkan indikator, MACD, Stochastic dan RSI menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga ke depannya berpeluang menuju ke resistance terdekat.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain ASRI, BJTM, BSDE, CTRA, LPKR, MYOR, dan PPRE. Sementara Zamzami merekomendasikan INDF, KBLF, dan PTBA.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link