ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Pabrik PT Martina Berto Tbk (MBTO) di Sukaresmi, Cikarang, Bekasi.

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo .

ANTARAJATIM.NET – JAKARTA. PT Martina Berto Tbk (MBTO) semakin memperkuat bisnisnya di tahun ini. Setelah merilis produk jamu anyar di awal tahun, anak usaha Martha Tilaar Group ini memperluas  kanal distribusinya ke farmasi dengan menggandeng PT Penta Valent. 

Sebagai informasi, PT Penta Valent  dikenal sebagai distributor produk farmasi, medis dan kesehatan/kosmetik di Indonesia. Penta Valent memasok obat-obatan ke lebih dari 14.988 apotek, 4.536 toko obat dan 1.325 rumah sakit, sementara produk kesehatan/kosmetik dipasok ke lebih dari 27.918 gerai, 

CEO Martha Tilaar Group, Kilala Tilaar menjelaskan dengan  jaringan outlet yang sangat besar dan konsumen loyal yang dimiliki oleh Penta Valent, perusahaan yakin produk-produknya akan lebih mudah dijangkau oleh pelanggan. 

“Kami selalu berusaha responsif dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi di pasar. Kesempatan untuk bekerja sama dengan PT Penta Valent merupakan salah satu langkah kami untuk melakukan terobosan, menangkap peluang pasar, dan menjangkau segmen pasar yang lebih luas lagi,” jelas Kilala melalui keterangan resmi, Senin (15/3). 

Baca Juga: MBTO perluas kanal distribusi ke farmasi dengan menggandeng Penta Valent

Melalui kerja sama strategis ini  Martina Berto menargetkan pertumbuhan bisnis Rp 36 miliar untuk setahun ke depan. Selain memperluas kanal distribusi, ada sejumlah agenda bisnis yang akan dilakukan MBTO di tahun ini. 

Direktur Utama Martina Berto, Bryan David Tilaar menambahkan  prospek bisnis jamu sangat cerah karena melihat permintaan dari pasar. Menurut Bryan, adanya pandemi Covid-19 membuat masyarakat lebih sadar akan meningkatkan antibodi tubuh. 

“Agenda bisnis di tahun ini, kami akan banyak lakukan perbaikan manajemen rantai pasok, perbaikan arus kas, dan  melihat peluang baru konsumen,” jelasnya kepada ANTARAJATIM.NET, Jumat (19/3). 

Selain itu juga melakukan efisiensi dan efektivitas sumber daya manusia. MBTO juga akan melakukan digitalisasi dan mengadaptasi bisnis model baru. 

Di sepanjang tahun ini, Bryan mengungkapkan Martina Berto menargetkan gross sales tumbuh hingga 53,7% yoy dan net sales tumbuh kurang lebih 48% yoy menjadi sekitar Rp 480 miliar. Adapun laba sebelum pajak ditargetkan sekitar Rp 20 miliar, dan laba sesudah pajak kurang lebih Rp 17 miliar. “Di 2021, kami cukup optimistis moderat bisa lebih baik dari 2020,” tegas Bryan. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link