ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Bank Indonesia. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo .

ANTARAJATIM.NET – JAKARTA. Kebutuhan pembiayaan korporasi pada Februari 2021 kembali melambat. Ini terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 8,2%, meski melambat dibandingkan bulan sebelumnya dengan SBT 9,2%. 

Meski begitu, Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan, ada beberapa sektor yang mengalami peningkatan kebutuhan pembiayaan. “Dengan peningkatan yang paling tinggi ada pada sektor Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam laporannya, Jumat (20/3). 

Terperinci, sektor tersebut mencatat SBT 2,1% atau meningkat dari 1,2% pada bulan sebelumnya. Kemudian, ada juga sekitar Pertambangan dan Penggalian yang juga mencatat SBT 1,9% atau naik dari 1,2% pada bulan Januari 2021. 

Baca Juga: BI: Kebutuhan pembiayaan April 2021 bakal naik

Sektor Pengadaan Listrik juga menujukan indikasi permintaan pembiayaan yang meningkat. Terlihat dari SBT sebesar 0,3% pada Februari 2021. Padahal, pada bulan sebelumnya SBT tercatat minus 0,2%. 

Peningkatan kebutuhan pembiayaan pada sektor-sektor tersebut terutama untuk mendukung aktivitas operasional sebesar 69,3%, membayar kewajiban yang jatuh tempo sebesar 39,6%, dan mendukung pemulihan pasca new normal sebesar 38,6%. 

Pada periode laporan, responden menginformasikan bahwa kebutuhan pembiayaan yang meningkat terutama dipenuhi dari dana sendiri sebesar 38,6%, meskipun dengan pangsa yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 48,6%.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link