ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI.

Sumber: Harian ANTARAJATIM | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

ANTARAJATIM.NET – Kita sempat pesimistis mencermati peningkatan kasus baru Covid-19 di Januari 2021. Kasus baru terus melampaui angka 10.000 saban harinya. Namun, kini, kondisi sudah semakin membaik. Seiring Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, kasus baru Covid terus menurun. Selain itu, program vaksinasi juga menjangkau semakin banyak masyarakat. Imbasnya, masyarakat pun semakin percaya diri untuk keluar rumah dan berbelanja.

Hasil survei terbaru Mandiri Institute menunjukkan bukti perkembangan yang menggembirakan ini. Lembaga think tank Bank Mandiri ini mencatat, di awal Maret ini, indeks frekuensi belanja dan indeks nilai belanja masyarakat kembali meningkat masing-masing ke level 116,7 dan 104,6. Sebelumnya, kedua indeks itu sempat naik di akhir 2020, tapi merosot lagi seiring peningkatan kasus baru Covid-19.

Menurut para periset Mandiri Institute, indeks nilai belanja 104,6 itu mengindikasikan pemulihan belanja kembali ke level sebelum pandemi. Angka indeks ini sempat mencapai level terendah 58 pada 3 Mei 2020.

Namun, ada catatan penting. Hingga awal Maret ini, ternyata, baru masyarakat kelas menengah dan bawah yang mencatatkan indeks nilai belanja kembali ke level sebelum pandemi. Sementara, meski naik, indeks nilai belanja masyarakat kelas atas masih di angka 94. Artinya, animo belanja kaum tajir belum pulih.

Harap dicatat, barang belanjaan kelas menengah dan bawah didominasi barang kebutuhan pokok, sementara, alokasi belanja kaum berduit lebih banyak untuk barang-barang kebutuhan sekunder atau tersier. Nah, saat belum benar-benar yakin terhadap keberhasilan penangan pandemi dan pemulihan ekonomi, mereka masih cenderung akan menahan belanja barang-barang tak mendesak itu. Hal ini juga sinkron dengan data simpanan kaum kaya yang terus meningkat.

Hasil survei ini menjadi pengingat bagi pemerintah agar terus konsisten menegakkan PPKM dan, di saat yang sama, terus menggenjot program vaksinasi. Hanya dengan cara ini, masyarakat akan semakin nyaman beraktivitas. Dampak ikutannya, momentum pemulihan belanja masyarakat akan terus menguat.

Pada titik tertentu, saat keyakinan masyarakat berpendapatan tinggi pulih dan mereka kembali mau berbelanja, roda pemulihan ekonomi pasti akan berputar makin cepat. Sebab, porsi belanja kaum tajir ini mencapai separuh lebih dalam aggregat belanja masyarakat kita.

Penulis : Cipta Wahyana

Managing Editor






Source link