ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Perawat menata tempat tidur di ruang rawat inap. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww.

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Handoyo .

ANTARAJATIM.NET –¬†JAKARTA. Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) mengakui¬†kesulitan dalam memenuhi kamar rawat sesuai kelas standar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Sebelumnya BPJS Kesehatan akan menerapkan kelas standar bagi peserta BPJS Kesehatan. Hal itu akan menghapus kelas yang sebelumnya ada yakni Kelas I, II, dan III. “Ini butuh waktu, butuh sumber daya, pembiayaan yang besar,” ujar Sekretaris Jenderal ARSSI Ichsan Hanafi saat dihubungi ANTARAJATIM.NET, Minggu (21/3).

Rumah sakit swasta diungkapkan Ichsan memiliki berbagai macam kelas. Terdapat rumah sakit swasta skala kecil, menengah, dam besar.

Baca Juga: BPJS Watch ingatkan antisipasi masalah yang timbul akibat kelas standar

Rumah sakit swasta yang masuk dalam skala kecil disebut akan kesulitan mengubah besaran kamar seusai dengan kelas standar. Meski begitu, rumah sakit tak bisa mengakhiri kerja sama karena akan berdampak pada turunnya pasien. “Penduduk Indonesia sudah peserta BPJS, jadi kalau mencari pasien di luar BPJS akan sulit juga,” terang Ichsan.

Saat ini kurang lebih 70% rumah sakit swasta telah menjadi mitra BPJS Kesehatan. ARSSI berharap ada kemudahan pembiayaan dari pemerintah bagi rumah sakit kecil melakukan renovasi untuk memenuhi kelas standar.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di ANTARAJATIM Store.





Source link