ANTARAJATIM

PORTAL BERITA JATIM


ILUSTRASI. Pemilik SpaceX dan CEO Tesla Elon Musk menunjuk ke replika pesawat setelah tiba di karpet merah untuk penghargaan Axel Springer, di Berlin, Jerman, Selasa (1/12/2020).

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Noverius Laoli

ANTARAJATIM.NET – CALIFORNIA. Harga saham produsen mobil listrik diprediksi akan terus melonjak dalam lima tahun mendatang. Ark Invest dari Cathie Wood memproyeksi saham Tesla mencapai US$ 3.000 pada tahun 2025, mengutip Reuters pada Minggu (21/3).

Lebih lanjut, Ark mengharapkan kapitalisasi pasar Tesla mencapai US$ 4 triliun dalam skenario kasus terbaik. Perusahaan manajemen investasi itu menetapkan target harga untuk Tesla pada US$ 1.500 per saham dengan dasar bearish pada tahun 2025 dan US$ 4.000 per saham secara bullish.

Tahun lalu, Ark Invest memperkirakan saham Tesla akan mencapai US$ 7.000 per saham, atau US$ 1.400 ketika disesuaikan ketika melakukan stock split pada tahun 2024.

Dari tahun lalu, ketika Ark menerbitkan catatan sebelumnya pada 31 Januari 2020, saham Tesla naik sebanyak 400% menjadi US$ 654,87 pada penutupan hari Jumat (19/3). 

Baca Juga: Incar Pasar Mobil Listrik Premium, Geely Berniat Menyaingi Tesla

Ark Invest juga meningkatkan kemungkinan pembuat mobil listrik mencapai mengemudi otonom sepenuhnya dalam lima tahun mendatang. Selain itu, pendapatan bersih perusahaan bisa mencapai US$ 327 miliar pada tahun 2025. 

Mereka juga mengharapkan pendapatan kendaraan listrik Tesla akan mencapai antara US$ 234 miliar dan US$ 367 miliar pada tahun 2025.

Tesla adalah holding terbesar dari dana yang diperdagangkan di bursa ARK Innovation senilai IS$ 26,6 miliar dan operator dana Wood, kepala eksekutif Ark, telah lama mengandalkan Tesla.

Sebelumnya, Reuters memberitakan saham Tesla pernah mencapai rekor pada tahun lalu dengan kapitalisasi pasarnya senilai US$ 519 miliar. Nilai itu telah mengantarkan Tesla sebagai produser mobil paling bergengsi. 

Lantaran nilai itu melebihi gabungan dari kapitalisasi Toyota, Volkswagen, General Motors (GM), Ford, Fiat Chrysler (FCA) dan mitra mergernya Grup PSA (PUGOY). 

Padahal secara volume produksi, Tesla masih jauh tertinggal Toyota, Volkswagen maupun GM. Sedangkan di pasar saham Amerika Serikat, Tesla tercatat sebagai perusahaan paling berharga ketujuh di Wall Street, tepat di belakang Berkshire Hathaway. 

Baca Juga: Susah mengatur keuangan dengan baik? Warren Buffett punya tips yang ampuh






Source link